Polri Jangan Biarkan Ormas Bertindak Radikal

Jakarta - Polri didesak untuk tidak menjadi alat kelompok-kelompok radikal, terutama dengan cara membiarkan mereka melakukan kekerasan atas nama agama. Polisi semestinya harus menjadi alat negara yang menjamin perlindungan atas kebebasan berpikir, berpendapat, dan berkeyakinan. "Sikap intoleran juga merasuk dalam tubuh kepolisian sehingga menjadi alat untuk melancarkan aspirasi kelompok radikal. Padahal, semestinya kepolisian bertugas melindungi konstitusi yang menjamin kebebasan berpendapat, beragama, dan berkeyakinan," kata Wakil Direktur The Wahid Institute, Rumadi, Senin...


MORE INFO

Jaksa Non Aktif Sistoyo Dituntut 6 Tahun

Bandung - Jaksa Sistoyo yang menerima suap Rp 100 juta dituntut penjara 6 tahun 6 bulan. Sebelumnya, pihak yang memberinya uang sudah diputus bersalah. Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Selasa (15/5). Sistoyo dianggap bersalah karena menerima suap agar mengubah materi tuntutan kepada Edward Bunyamin di Pengadilan Negeri Cibinong. Saat itu, Sistoyo menjadi jaksa atas kasus pemalsuan surat yang menghadirkan Edward sebagai terdakwa. "Selain itu juga menghukum...


MORE INFO

Penjualan Sukhoi Superjet 100 Dihentikan Sementara

Jakarta - Pasca-insiden kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, penjualan pesawat buatan Rusia itu akan dihentikan sementara waktu. Penjualan Sukhoi akan kembali dilakukan setelah ada hasil investigasi soal kecelakaan yang menimpa pesawat Sukhoi itu. Demikian diungkapkan Indra Djani, konsultan PT Trimarga Rekatama, Kamis (10/5/2012) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. PT Trimarga Rekatama merupakan agen penjual Sukhoi yang menjadi perantara antara pembeli di Indonesia dan perusahaan di Rusia. "Kalau ada accident, biasanya akan menunggu...


MORE INFO
012

Dunia

Pelajar 14 Tahun Melahirkan di Toilet Sekolah
Usianya baru 14 tahun, namun anak perempuan ini telah menjadi seorang ibu. Bahkan dia melahirkan di toilet sekolah! Kejadian ini terjadi di Taiwan seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (26/4/2

Keadilan

LPSK Siap Ajukan Remisi Bersyarat Rosa
Jakarta - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan Menteri Hukum dan HAM terkait hak terpidana kasus suap wisma atlet, Mind

Figur

Swestie Polwan Cantik Dari Polda Jateng
Tak hanya memiliki paras yang menawan, polisi wanita ternyata juga lihai berlenggak lenggok di catwalk. Pemandangan itulah yang terlihat saat acara fashion show polwan cantik di lingkungan Polda Jawa

Buku

Buku Bom-Tawur Senjata Api
Judul: Merenung Kiprah Polri Terhadap Kejahatan Menonjol; Bom-Tawur Senjata Api Penulis: Jend Pol (Purn) Drs Kunarto Penerbit: Cipta Manunggal Edisi: April 1999 Tebal: 542 Halaman Isi: Memaparkan berb

Gosip

Peraturan

Mutasi

Analisa IPW Terhadap Proyek Kartu Inafis

  • PDF

Latarbelakang

Awal 2009 Dirlantas Polri mengeluarkan SIM elektronik yg ada chipnya. Di dlm chip tsb tersimpan data identitas pemilik, foto, sidik jadi, dan rekening, yg jika pemiliknya ditilang, denda tilang bisa bisa didebet langsung. Kemudian chip ini menyimpan data pemiliknya sdh berapa kali ditilang akibat melakukan pelanggaran lalulintas. SIM elektronik ini sempat diluncurkan di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Waktu itu Kasat SIM Polda Metro Kompol Gatot Subroto.

 

Tapi di akhir 2009, kelanjutan SIM elektronik ini mendadak hilang. Polri kemudian meluncurkan kartu Inafis, yg chipnya berisikan item2 yg ada di SIM elektronik. Presiden SBY saat itu sbg orang pertama yg menerima kartu Inafis. Saat itu tdk ada disebut2 kartu Inafis hrs membayar. Sebab SIM elektronik tdk ada tambahan pembayaran bagi pemegangnya. Stlah isu kartu Inafis tenggelam selama 3 tahun, tiba2 awal april lalu, kartu Inafis muncul lagi, dgn anggaran yg sngt besar, yakni 43,2 miliar dan masyarakat hrs membayar 35 ribu.

 

Secara irarkih, identifikasi bukanlah tugas bareskrim yg mengeluarkan kartu Inafis, tapi tugas Baintelkam. Pertanyaannya kenapa kartu Inafis jadi "bisnisnya" bareskrim. Lalu adakah kaitan, proyek ini dgn mantan pati Polri yg perusahaannya pernah ikut tender e ktp tapi kalah, kemudian terlibat dlm proyek kartu Inafis. Sebab mantan pati Polri itu, saat mengikuti proyek e ktp disebut2 sdh memiliki perangkat dan sistem yg terintegrasi.

 

Dasar Hukum

Pembuatan kartu Inafis untuk single identity (identitas tunggal) berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP.

 

Tujuan

Menurut Bareskrim Polri, kartu ini berbasis data sidik jari itu untuk menunjang kecepatan dan akurasi identifikasi data individu, khususnya dalam penyelidikan perkara.

 

Karakter Kartu

Di balik kartu Inafis terdapat chip berisi semua biodata pemegangnya. Yakni, tempat tanggal lahir, foto, sidik jari, nomor kendaraan, BPKB, sertifikat rumah, rekening bank, dan catatan kriminal tersimpan dalam chip. Menurut Polri, kartu ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Ditjen Pajak. Apabila terjadi pertambahan nilai kekayaan warga negara, Inafis memberi kemudahan negara mendebet pajak sehingga tak perlu ada penagihan.  

 

Ketika warga terjaring tilang lalu lintas, denda dapat dipotong langsung. Pembayaran tilang tak perlu lagi di persidangan, terdebet dari rekening. Ambisinya, Inafis kartu pintar segala fungsi. Namun, kartu ini mirip Integrated Automated Fingerprint Identification System yang dikelola Federal Bureau Investigation (FBI) AS.

 

Analisa IPW

Dengan dipaksakannya keberadaan kartu Inafis, IPW menilai Polri akhir2 ini makin komersial dan otoriter. Ini ditandai dgn adanya komersialisasi lahan parkir Polda Metro dan keluarnya kartu Inafis. Ind Police Watch (IPW) mendesak Kapolri menghapus semua komersialisasi kepolisian dan mmbatalkan proyek kartu Inafis. IPW menilai proyek kartu Inafis adalah produk pembodohan, otoriter, tumpang tindih, tidak efisien, tidak transparan, dan berpotensi KKN.

 

Pembodohan karena kartu Inafis tidak ada manfaatnya buat masyarakat.

 

Otoriter karena ada pemaksaan dan pengancaman, yakni orang yg tdk memiliki kartu Inafis tdk dapat mengurus SIM. Padahal Kartu Inafis untuk pengurusan SIM, tidak ada dasar hukumnya.

 

Tumpang tindih dan tidak efisien karena data diri maupun sidik jari sudah ada di e-KTP, SIM, Paspor. Sedangkan pencantuman data rekening di kartu Inafis tidak ada dasar hukumnya. Polri tdk bisa memaksa seseorang untuk mencantumkan nomor rekening banknya di kartu Inafis.

 

Dari pendataan IPW, proyek Inafis menghabiskan dana Rp 43,2 miliar. Namun Bareskrim Polri tdk transparan dlm menentukan pemenang proyek Inafis. Padahal untuk Tahun Anggaran 2012 dgn nilai Rp 1,2 Miliar pemenang proyek Inafis sdh ditetapkan pada 2 April 2012 lalu. Pemenangnya hanya disebutkan peserta lelang dgn kode 376044. Siapa nama perusahaannya tdk disebutkan. Sikap Bareskrim yg main sembunyi2 ini menjadi tanya besar, ada apa di balik proyek Inafis yg muncul secara mendadak ini.

 

Data yg diperoleh IPW mengungkapkan, pengadaan barang tahap kedua proyek Inafis 2012 masih ada lagi, dgn nilai yg lebih besar, Rp 42 miliar. Pengadaan dgn kode lelang 432044 ini menyangkut pengadaan Peralatan Penerbitan Inafis Card dan Inafis Client beserta Bahan Baku Inafis Card. Penetapan perusahaannya dijadwalkan 15 Mei dan tandatangan kontrak 1 Juni 2012.

 

Melihat berbagai keanehan di balik proyek Inafis, IPW mendesak BPK dan KPK segera melakukan investigasi, jika ada indikasi korupsi, KPK jgn sungkan2 untuk membawa kasus proyek Inafis ini ke pengadilan Tipikor.

 

IPW menilai kartu ini meluncur di saat tak tepat dan terkesan dipaksakan. Saat ini Polri meluncurkan Inafis di 41 titik Pulau Jawa. Bagi 5.000 pemohon pertama diberikan secara gratis. Setelah itu, pembuatan Inafis dikenakan biaya Rp 35 ribu. Tahun 2014, Polri menargetkan seluruh warga negara telah punya Inafis. Niat dan usaha yang patut diapresiasi, khususnya di Abad Informasi ini.  

 

Meski Polri ngotot prosedur telah benar dan biaya Inafis Rp 35 ribu langsung masuk kas negara, proyek ini relatif tak transparan. Proses tender dan nilai proyek database biometrik ini, samar. Fungsi Inafis yang "berbeda" dengan e-KTP pun menyadarkan kita, betapa kacaunya manajemen negara.

 

29 Perusahaan Yg Incer Inafis

Adapun peserta lelang pengadaan penerbitan Inafis:

 

1.Marada Artha Sondang

2.Ondihon Mas Globalindo

3.CV Grafindo Media

4.CV. Adhamir Putera

5.PT Erastore

6.CV. Citra Gemilang Mandiri

7.PT. Airmas Prima

8.CV. Cipta Informasi Baru

9.CV. Citra Cahaya Cakra

10.PT. Lestarijaya Ekapertiwi

11.PT Wahyu Kartumasindo Internasional

12.Andalasari

13.PT. Hartomo Jaya Mandiri

14.PT.Rajawali Agung Perkasa

15.CV. Victory  Global

16.Mekar Setia Langgeng

17.CV. Mitratama Pasundan

18.PT. Elinda Krida Pratama

19.PT. Tansa Trisna

20.PT. Lintas Buana

21.CV. Nikusindo Makmur

22.Ika Sugitama

23.CV. Masatami Karya

24.PT.Polindo Jasa Utama

25.CV. Putra Sulung Mandiri

26.Yicheng Services

27.CV. Mulia Samindo

28.CV. Alpha Perisai Sakti

29.CV. Galung Brothers

 

Page 1 of 5

IPW TV

Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module